Masukan dari Juli 2008

Juli 28, 2008

Mak Tini

…Disini tak ada nasib. Tak ada nasib yang mirip putaran roda. Orang bekerja cuma buat hidup. Tanpa harapan. Mereka cuma menunggu jenazahnya dibawa pulang ke kampung halaman…
 
Kemarin-kemarin Mak Tini sering mengeluh lapar. Bukan mengeluh sebetulnya, tapi cuma menjawab. Kalau pagi dia suka tanya “mau makan pake apa, mas,” saya balik tanya “wis mangan, mak? (sudah [...]

Juli 25, 2008

Perkabungan

Di sebuah pertigaan saya menghentikan langkah, sadar kehilangan arah. ’Ikutin aja taburan bunganya,’ pakde tahu saya kebingungan, berujar sambil melirik ke arah bawah. Kami berbelok ke kanan. Di kejauhan rombongan pengantar jenazah berjalan cepat. Meninggalkan kepulan asap menyan dengan bau yang khas. Kemenyan memang punya semerbak yang bisa tercium dari jarak cukup jauh.
Saya tak mencoba [...]

Juli 25, 2008

Sejarah

Sejarah tidak ditulis oleh pena milik Tuhan. Tidak pula dilukis bergurat-gurat lewat kuas Sang Maha Kuasa. Sejarah berdetak dalam nadi manusia, dipanggul berat pundak kita.
 

Juli 21, 2008

Waktu Hujan Sore-sore

yang datang tak perlu disoraki
yang pergi usah ditangisi
mari saling melambai, di pelabuhan
langit selalu biru, sore ini, dan dulu –
waktu kita bertemu
(Jogja, 21 Juli 2008)
 
Satu atap kita waktu hujan turun sore-sore. Kamu buat teh dan saya secangkir kopi. “Hujan adalah persetubuhan langit dan bumi,” saya berujar kamu mendengar. Mungkin bosan, tapi kamu masih disitu. Mendengar ceracau [...]