Entries Tagged as ‘Orang-orang Sekitaran’

Mei 23, 2009

Orang-orang Benteng

Sesekali saja presiden datang berkunjung, belum tentu sekali dua bulan. Selepas itu tak nampak satu kegiatanpun dalam Istana. Bangunan tua itu diam saja.
Tidak begitu di sekitaran. Malam selalu meriah. Ada saja pasangan kekasih yang menyempatkan duduk di bangku taman lalu dihampiri penyanyi jalanan. Atau gerombolan jembel mabuk-mabukan. Atau anak jalanan terlibat perkelahian
Istana tersebut terletak di [...]

Agustus 6, 2008

Kematian

 
Pagi ini langit menyenandungkan sendu kembali. Awan gelap bertumpuk-tumpuk bikin udara pagi yang biasanya hangat tidak terasa. Berat kaki, tapi saya melangkah juga.
 
Kata orang yang ahli baca cuaca, langit semakin sulit diawasi. Musim berganti tanpa turut aturan yang dulu-dulu. Manusia salah besar ternyata. Dulu berpikir bisa kuasai alam, tapi sekarang justru kita dikuasai alam.
 
Sejak revolusi [...]

Juli 28, 2008

Mak Tini

…Disini tak ada nasib. Tak ada nasib yang mirip putaran roda. Orang bekerja cuma buat hidup. Tanpa harapan. Mereka cuma menunggu jenazahnya dibawa pulang ke kampung halaman…
 
Kemarin-kemarin Mak Tini sering mengeluh lapar. Bukan mengeluh sebetulnya, tapi cuma menjawab. Kalau pagi dia suka tanya “mau makan pake apa, mas,” saya balik tanya “wis mangan, mak? (sudah [...]

Juli 25, 2008

Perkabungan

Di sebuah pertigaan saya menghentikan langkah, sadar kehilangan arah. ’Ikutin aja taburan bunganya,’ pakde tahu saya kebingungan, berujar sambil melirik ke arah bawah. Kami berbelok ke kanan. Di kejauhan rombongan pengantar jenazah berjalan cepat. Meninggalkan kepulan asap menyan dengan bau yang khas. Kemenyan memang punya semerbak yang bisa tercium dari jarak cukup jauh.
Saya tak mencoba [...]

Juli 21, 2008

Waktu Hujan Sore-sore

yang datang tak perlu disoraki
yang pergi usah ditangisi
mari saling melambai, di pelabuhan
langit selalu biru, sore ini, dan dulu –
waktu kita bertemu
(Jogja, 21 Juli 2008)
 
Satu atap kita waktu hujan turun sore-sore. Kamu buat teh dan saya secangkir kopi. “Hujan adalah persetubuhan langit dan bumi,” saya berujar kamu mendengar. Mungkin bosan, tapi kamu masih disitu. Mendengar ceracau [...]

Februari 2, 2008

Senja

Seharian kemarin Jogja diguyur hujan. Main Playstation atau baca buku-buku menarik yang kebetulan saya temukan di rak buku adik perempuan. Ada Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata. Banyak orang membicarakan kehebatannya. Wilson bikin Dunia di Balik Jeruji. Isinya surat-suratan dengan Max Lane atau curhat kondisi penjara. Saya baca sekilas. Pun kumpulan esai tentang transisi demokrasi pasca-Soeharto. Nama [...]

Januari 30, 2008

Siang itu, Kamu atau Aku yang Bingung?

Malam itu tak ada pilihan. Bumi Berantakan-nya Frantz Fanon buat kening berkerut. Tertatih mendaras kata per kata. Ada jeda beberapa kali. Jempol berulang memijit kening, naik-turun. Ada jeda sekali. Pesan masuk ke handphone, dikirim seorang teman. ”U know why do God makes spaces between our fingers Coz someday, some1 will sent 4 us 2 cover [...]

Januari 30, 2008

Jasa Soeharto, Buat Indonesia dan Keluarga Saya

Berita kematian pertama kali terdengar waktu saya sedang di warnet. Penjaganya teriak-teriak. Mengulang kalimat yang sama, “pak Harto meninggal, pak Harto meninggal.” Suaranya terdengar sampai bilik komputer saya, kedua dari ujung. Entah senang atau sedih, namun lihat kelakuan macam begitu, sepertinya ini bukan berita biasa buat dia.
Headphone langsung saya pasang. Putar The Stone Roses, Love [...]

Januari 27, 2008

Cintaku, Cinta Konser

Jakarta memang neraka, saya benar-benar merasakannya kali ini. Hari itu, minggu, lazimnya orang-orang ibukota pelesir ke Puncak Bogor atau Bandung sana, dan saya yang besar di Bogor lalu kuliah di Bandung bisa melengang mulus di jalanan Jakarta tanpa terganggu oleh kemacetan yang sudah rutin disini ketika hari kerja. Kenyataannya tidak begitu.
 
Mobil meninggalkan daerah Pancoran menyusuri [...]

Januari 27, 2008

Dari Ladang Derita, Dia Petik Buah Manis Kebahagiaan

Sendal pijat dari kayu dengan tonjolan-tonjolan seperti barisan kapsul sebesar ibu jari, melayang. Berhenti dan jatuh di lantai setelah beradu dengan tembok kamar. Sedetik lalu melayang persis di samping kaki saya yang reflek melompat. Putaran tangannya, tangan ibu saya, masih hebat seperti ketika menyabet berbagai piala kejuaraan badminton, tenis meja, dan voli saat perayaan HUT [...]