Dan saya mengerti mengapa “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas”. Jangan berhutang soal keduanya. Memupus dendam sesulit membuat burung Ajo Kawir bisa ngaceng lagi. Dendam berputar dalam keseharian. Muncul dalam ricik, tetapi tidak bisa diabaikan.

Kota Halaman

Kota itu dan semua di dalamnya terutama kamu yang entah mengapa membuatku bisa sangat menikmati hal-hal sederhana. Tentunya menimbulkan rindu. Sebab rindu adalah mewah karena menunjukkan jalan pulang, maka sedih tidak layak kita sematkan padanya. Mari bersukacita karena kamu dan aku masih punya rindu. Masih ingat jalan pulang. Mari menabung rindu dan sampai bertemu.

Kereta

Saya masih ingat betul bagaimana ketika SMP dulu menikmati kereta berpintu terbuka menuju Jakarta. Duduk di pinggiran menikmati angin menerpa wajah. Lalu teriakan macam-macam pedagang yang terkadang lebih menarik dari barang yang dijualnya. Beberapa teman saya bahkan gemar naik ke atap gerbong. Dan ketika beranjak kuliah, kereta murah masih menjadi pilihan ketika akan pulang ke…

Hujan..

Tulus selalu jadi pilihan di kala hujan. Juara.

Are You Happy?

Saya memilih kursi di sudut restoran. Menyulut sigaret sambil menunggu laptop yang baru dinyalakan siap bekerja. Di luar, suara palu beradu dengan baja dan desing gergaji mesin. Cahaya matahari mulai menembus dinding-dinding kaca yang mengitari restoran setelah sepagi tadi dia sembunyi di balik deretan awan yang menutupi Himalaya. “Aroma sigaretmu nikmat sekali,” ujar pria yang…